leaf

.

Sabtu, 24 November 2012

SEOUL SONG


Bab 1 thanks for you
Berawal dari ketidaksukaan aku membencimu. Namun dari sebuah senyum aku baru paham bahwa aku hanya salah paham.....
“kenapa ia begitu dibenci oleh orang lain dan sedangkan sebenarnya ia baik’”
      


Seoul song

     Andrew atau cho xe mi, menatap lekat-lekat samsung galaxy tab yang saat ini berada sangat jelas dihadapannya dan mendengarkan lagu melalui earphone super besar bewarana ungu putih sambil menunggu pesawat yang akan take off menuju negara yang paling Andrew benci yaitu ; seoul. Mendengar namanya saja andrew sudah tidak senang, apalagi harus pergi kesana bersama dengan kakak perempuannya yang super bawell ‘’Dyana cho’’

“Aku bisa gila...” ujarnya dalam hati.

     Entah apa alasannya, dyana tak habis pikir kenapa adiknya bisa seperti ini. Bahkan ia harus merelakan universitas kesayangannya itu di Amerika hanya gara-gara adik lelaki yang berumur 17 tahun, dengan tatapan yang dingin, sifat yang tidak mau menurut, namun ia pendiam. Meskipun Andrew pintar dengan kemampuan matematis dan berbahasa inggris, korea, prancis dan spanyolnya tetap saja ia masih dibenci oleh orang-orang disekolahannya. Akibat dari kebiasaan balapan liar baik motor/mobil, makanya Andrew pindah kekorea dengan dipaksa sang ayah yang saat ini berada di washington Dc untuk urusan desain perhotelan bintang lima.

       “S.E.O.U.L....
        Horee akhirnya aku kesana yipppyy....

          Seoul aku datang menyapamu’’ dyana bernyanyi dengan wajah yang girang sambil menatap tugas skripsi dari sang dosen di seoul.

       ‘’Kan ku buktikan bahwa diseoul, aku akan dapat predikat mahasiswa dengan jurusan kebahasaan inggris yang super pintar,....
Yeahhh....’’ dyana tak henti-hentinya menjahili adik dinginnya itu

       ‘’terserah’’ ketus Andrew tak peduli.

       ‘’kau ini bagaikan manusia dengan ekspresi monster kutub utara yang sifatnya sangat dingin. Sangat sulit dipahami bahkan kakakmu sendiri’’

        ‘’jangan menggunakan ironi didepanku’’ Andrew berusaha untuk tidak melayani sang kakak cerewet, namun tetap saja mulutnya tak henti-hentinya mengoceh bagaikan katak yang sedang menanti hujan.
        
          Pesawat mulai takeoff, Andrew terlelap didalam pesawat dengan lagu beethoven instrumental piano.

          ‘’Andrew....andrew......andrew’’

         ‘’Apalagi kakaakk!!!..... aku ingin tidur, hanya itu”

         ‘’maaf, jangan marah-marah nanti bisa darah tinggi sama seperti ayah...’’ ujar dyana yang masih berkutat dengan tugas skripsi.
         ‘’aggggrrrr....’’

‘’Bandara Internasional incheon’’

   “Cukup puaskah kakak menyiksaku dengan pindah ketempat yang mirip neraka ini....’’ dalam hati andrew yang menahan sisksaan dalam hati terkecilnya.

     “HEAVEN OF SEOUL.....” Dyana memeluk adiknya dengan erat, karena terlalu kegirangan

     ‘’Matiilah aku disini” andrew hanya bisa pasrah dan tawakal.

                                               ***

       Bukannya senang berada diseoul, wajah Andrew berubah menjadi sepahit kopi, ketika ada seseorang yang berlari dan tak sadar bahwa ia telah menabrak seseorang...

      ‘’HEY, YOU HAVE NO EYES ? ....

        You crayz, you can’t look someone in here......”

       Andrew begitu kesal hingga ia berkata seperti itu dihadapan seorang wanita yang kira-kira umurnya sama seperti kakaknya mungkin 21-23 tahun, dengan wajah yang imut, rambut hitam panjang berbadan yang kurus dan tangan yang dipenuhi urat nadi yang sangat tampak jelas dilihat. Kecantikannya bahkan menyangi ko hyun jung sang aktris korea yang populer dalam perbintangan film

      ‘’sorry, i don’t know’’ jawab perempuan itu dengan lugu.

      ‘’pabo.” Ketus andrew secara kasar,

       Dyana dan andrew pergi meninggalkan wanita itu dengan perasaan yang kesal. Sepertinya andrew benar-benar kesal hingga tatapannya masih sinis, walaupun konflik telah selesai diantara mereka berdua.

       “Dia benar-benar memalukan..’’

       ‘’kamu ini segitunya benar sama anak perempuan itu, kamu saja yang bersikap berlebihan. Dia kan sudah meminta maaf, harusnya kamu memaafkannya....’’ Dyana kembali menceramahi Andrew.

        ‘’ahh molla.....”


“NAUTON WATSON SCHOOL “


     Sekolah itu cukup bagus, dengan gedung empat tingkat dan pemandangan taman yang begitu indah, hingga membuat sekolah ini terkenal karena tamannya sekaligus fasilitas yang memadai. Sekolah ini sering mengadakan pertukaran pelajar dengan nilai yang membanggakan antar sekolah lain. Untungnya masalah yang dialami Andrew ada dua yaitu ; pertukaran pelajar karena nilai andrew yang membanggakan dan juga dia dikeluarkan dari sekolah karena terlalu nakal dalam urusan balapan mobil liar.....

     “lumayan menarik” ujar andrew singkat sampai merapikan jaznya dan rambutnya yang mirip dengan gaya ala yesung.

      Andrew melangkahkan kakinya di sekolah nauton watson dengan tatapan yang terus mengarahkan kedepan, dengan earphone yang dipakai berwarna ungu memutar lagu

“After a long time”
Baek ji yeong

     lagu rekomendasi dari sang kakak. lagu itu terus bersenandung ditelinganya. Lagu itu memang enak didengar hingga andrew tersenyum-senyum sendiri mendengarnya .....

      wanita yang kemarin mengacaunya di bandara incheon, sekarang datang lagi dengan penampilan yang mirip guru dengan seragam jas berwarna hitam dengan membawa beberapa buku tebal. Ia begitu mempesona dengan rambut panjang yang terurai lurus, bahkan rambut soo hyun snsd hampir menyerupainya.

 ‘’beautiful girl” ujar singkat andrew

        Beberapa anak-anak murid berbicara kepada guru itu, dengan tatapan seperti fans sejati mereka berombongan mendekati guru itu, dan guru itu begitu ramah dari tutur katanya, tapi kok suaranya agak berat, mirip suara lelaki...

‘’ahhh....
Kenapa aku berpikir hal-hal yang bodoh lagi siiihh’’ Andrew kembali berjalan menuju kelas.



                                               ***
Kelas dimulai.....

Hari ini jam pelajaran yang paling awal adalah pelajaran seni rupa.
Entah siapa gurunya itu, semoga saja tidak mengacaukan hari-harinya.

“Anyeong haseyo” senyum park hye rim dengan ramah, tetapi beberapa anak murid tidak tersenyum ramah, melainkan sinis.

‘’anyeong seongsanim....”

“oh iya, katanya kita kedatangan siswa baru di kelas ini” tanya park hye rim.

“itu orangnya, yang duduk disamping jendela paling depan” jawab seorang murid dengan ramah. Padahal ia tak menyukai park hye rim.

“ HI...
Cho xe mi” park hye rim memberikan senyum untuk xe mi

“ OH....” Jawab simple andrew

“Kauuu... yang kemarin itu kan....
Hahahahahah” andrew berteriak keras

“Aku sudah memafkanmu J” park hye rim, kembali memberikan senyum untuk andrew

“what!”
But, seongsanim i’m sorry....
I don’t know you.......” tiba-tiba andrew menjadi gugup

“sudahlah, aku sudah memafkanmu....”
“thanks....’’ akhirnya andrew memberikan senyum untuk park hye rim
“you’re welcome, xe mi”

Kok, tiba-tiba aku agak lemas yah ?

Kenapa aku agak canggung yah,

Ini tidak mungkin, mungkin saja hari ini aku sedang demam.
Ini tidak boleh terjadi....

TIDDDDAKKKKKKK !!!!!!!!

HAHAHAHAHAHAHA

Andrew terbangun dari lamunannya beberapa menit yang lalu setelah selesai obrolan mereka berdua berakhir.  Semua tatapan siswa-siswi tertuju pada Andrew, entah karena tiba-tiba andrew terkejut sendiri.


“kenapa Xe mi ?” tanya pelan park hye rim, sambil menutup spidol dan berhenti menulis 

“Nothing....” ^~^Andrew menjadi cemas sendiri, karena dari tadi ia terus diperhatikan oleh teman sekelasnya.....

>>...<<,
Aku begitu memalukan hari ini
Yah ampun




.............
............
............